Diet untuk obesity bagian II
SEBABKAN DEHIDRASI Selain itu, menurut Samuel, cepatnya penurunan berat badan ini lantaran ikut keluarnya air dalam tubuh.
"Hal ini disebabkan adanya
metabolisme atau proses pembakaran dalam tubuh. Kalau seseorang tidak
makan karbohidrat, air cenderung dikeluarkan. Padahal dalam penurunan
berat badan, yang harus diturunkan adalah lemak, bukan kadar air dalam
tubuh." Selain itu, diet rendah karbohidrat juga sangat berisiko menyebabkan penyakit karena tingginya asupan protein dan lemak tinggi. Antara lain bisa menyebabkan hiperkolesterol (tinggi kolesterol), menambah risiko penumpukan lemak berlebihan, dan penyumbatan pembuluh darah. Kelebihan protein dan lemak juga akan membebani ginjal. Kalau seseorang melakukan diet seperti ini selama bertahun-tahun, ginjalnya bisa rusak. Seseorang yang telah telanjur terkena gangguan tersebut harus segera diobati dan ditangani oleh dokter di bidangnya. Misalnya, penanganan sakit ginjal dan jantung. "Selain itu, pola dietnya juga harus segera diubah dalam diatur ulang," kata Samuel melanjutkan. KARBOHIDRAT YANG ’BERSAHABAT’ * Karbohidrat bukan sesuatu yang patut ditakuti. Yang penting, Anda perlu mengetahui jenis-jenis karbohidrat yang "aman" dikonsumsi. Ada dua macam karbohidrat, yaitu karbohidrat simpleks dan kompleks. Karbohidrat simpleks merupakan karbohidrat yang cepat diserap tubuh, karena sudah berupa butiran-butiran gula yang mengandung glukosa dan siap diserap. Yang termasuk karbohidrat simpleks antara lain gula pasir, gula jawa, dan gula jagung. Makanan yang juga mengandung karbohidrat simpleks, yaitu susu, permen, dan cookies. Berbeda dari karbohidrat simpleks, karbohidrat kompleks dicerna dan diserap perlahan-lahan, sehingga kadar gula dalam tubuh naik secara perlahan. Karbohidrat jenis ini pun lebih banyak mengandung serat dan vitamin. Contoh karbohidrat kompleks antara lain nasi, roti, kentang, jagung, dan pasta. Nah, dalam diet gizi seimbang, yang dikonsumsi adalah karbohidrat kompleks. Namun, tak berarti semua karbohidrat simpleks buruk. "Yang penting, membatasi asupannya," tegas Samuel. Salah satu karbohidrat simpleks yang tetap bisa dikonsumsi adalah susu yang merupakan sumber kalsium dan vitamin D. "Bisa pilih susu rendah lemak yang saat ini banyak dijual." DIET GIZI SEIMBANG * Untuk menurunkan berat badan, Samuel menganjurkan diet rendah kalori dan gizi seimbang. Dalam diet ini, Anda tetap mengonsumsi makanan lengkap di mana terdapat sumber karbohidrat, protein, dan lemak. "Jadi, komposisinya lengkap, tetapi jumlahnya dikurangi. Tidak seperti diet rendah karbohidrat, dalam diet gizi seimbang semuanya berimbang, mulai dari karbohidrat, lemak, dan protein. Sehingga tidak terjadi gangguan metabolisme dan lebih aman," papar Samuel. Kesuksesan menurunkan berat badan bukan tergantung banyak-sedikitnya konsumsi karbohidrat, melainkan asupan kalori. Sementara itu, kalori yang dikonsumsi dalam sehari tergantung kebutuhan tubuh masih-masing. Jika kebutuhan kalori Anda sehari 1500 kalori, Anda bisa menguranginya menjadi 1000 kalori. Begitu juga jika kebutuhan Anda 2000 kalori, bisa diturunkan menjadi 1500 kalori. Berikut makanan yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi: 1. Sebaiknya pilih lemak baik atau asam lemak tak jenuh. Lemak seperti ini bisa didapat dalam sumber makanan yang mengandung omega 3 (terdapat pada ikan laut), omega 6 (jagung dan kedelai), dan omega 9 (alpukat, kacang rebus, dan minyak zaitun). 2. Hindari lemak jenuh atau lemak yang mengandung kolesterol seperti yang terdapat dalam santan. 3. Hindari makanan gorengan. 4. Hindari minuman yang banyak mengandung gula, seperti soft drink. 5. Hindari makanan yang tinggi karbohidrat. Yang perlu diingat, tidak ada program pelangsingan tubuh yang sukses jika tidak di combine dengan olahraga teratur. Sumber : www.kompas.co.id/kesehatan/news |
|
![]() |
||
|
Available articles for your healthy |
Available articles for your healthy |
|||
|
|
||||